Bayi Yang Kau Hanyutkan

Puisi Normantis

bayi yang kau hanyutkanBAYI YANG KAU HANYUTKAN

Daun-daun sengon berguguran,
jatuh di atas daun waru
yang mengambang di aliran air,
hanyut bersama titik embun terakhir.

Seorang gadis simpanan
menangis di hulu sungai.
Perutnya yang bunting kini telah kempis.
Anaknya yang merah jambu menangis
di dalam sebuah kardus tanpa lapis.

Daya yang tak lagi ada
untuk hati berteguh,
membuat akal sehatnya luluh.
Dia hilang kendali nurani.
Kekecewaan yang mendalam.
Mungkin pula benih-benih dendam
telah merasuk masuk
ke sendi perasaan terdalam.

“Nak, maafkan Ibu..”
Air matanya jatuh
tepat di mulut bayinya
yang menganga mengharap susu
dari payudara seorang ibu.

Dia melepas anaknya
bagai Ibu Musa,
namun dalam keadaan yang amat berbeda.
Ibu Musa mengikuti kemana anaknya hanyut.
Dia pergi tanpa meninggalkan jejak kasut.

Anak itu tak sempat menangis ketika tenggelam.
Badannya digerogoti lintah lapar,
larut bersama kotoran-kotoran manusia pinggiran.
Selembar plastik hitam menutupi wajahnya.
Selembar kondom bekas nyangkut di bibirnya.
Selembar pembalut wanita
hinggap di…

View original post 80 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s