Gerobak Gembel Musiman

Puisi Normantis

gerobak gembel musimanGEROBAK GEMBEL MUSIMAN

Telah datang gerobak-gerobak
berisi bayi yang menyusu ibu,
dua anak dekil menyanyi sendu,
dan satu ayah yang compang camping
menarik gerobak menyusuri
kota yang hening
ketika berpuasa.

Mereka entah dari mana.
Yang jelas, tiap hari makin banyak saja.
Mungkin mereka dari suatu tempat nun jauh.
Mungkin juga dari desa yang nun dekat.

Mungkin mereka miskin.
Mungkin pula mereka berakting miskin,
mengecoh kita yang terbiasa
memandang orang miskin harus dekil,
harus menengadah tangan.

Ingin aku bertanya,
tiadakah seorang pun pemberi
di tempat asalnya?
Apakah orang disana miskin semua,
hingga tak ada yang menjadi pemberi,
hanya peminta?
Hingga mereka harus datang ke kota,
menginap sementara di sekitar kita.
Mengharap kita hadir
membawa tanda cinta
berupa uang atau santapan berbuka.
Kemudian pulang ke kampungnya saat lebaran
sebagai orang yang mendadak kaya.

Lalu aku terkenang ucapan Yesus:
“Tiada satupun nabi yang dihargai di tempat asalnya.”
Hei, hei, hei,
tapi mereka bukan…

View original post 149 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s