GOMBRONG

Puisi Normantis

gombrong

Dulu ketika masih SD, saya pernah marah pada Ayah karena beliau membelikan baju gombrong (ukurannya kebesaran). Kata beliau, “Nak, maaf ya.. Ayah belikan baju gombrong-gombrong begitu supaya muat sampai 5 atau 6 tahun lagi.. Khan kamu tahu, untuk makan aja kita susah..”

Saya ngambek dan pergi menunggang sepeda ke rumah teman. Kebetulan ada enam orang teman lainnya sedang berkumpul. Saya ragu dan agak takut jika baju saya jadi bahan tertawaan. Saat melihat saya datang mereka tercengang dan berkata, “Kereeenn bajumu itu! Kayak Rapper!” Mereka bilang sudah lama ingin bergaya pakaian seperti itu.

Saat pulang saya bilang ke Ayah, “Ayah, besok nggak usah beli baju lagi buat aku. Aku pinjam baju Ayah aja. Lebih hemat khan?”
Ayah kaget dan bingung. “Lho? Khan baju Ayah gombrong semua kalo kamu pakai?” tanya Ayah.
“Ga papa, Yah.” jawabku.
Ayah melongok ke luar dan melihat tujuh teman saya di atas sepedanya, pakai baju gombrong semua.

View original post 7 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s