Manusia Seribu Tanya

Puisi Normantis

manusia seribu tanyaMANUSIA SERIBU TANYA

Manusia Seribu Tanya bersua
dengan Tuhan Bermilyar Jawab
di sebuah perjalanan batin.
Mereka saling melempar senyum
bak kepada sahabat lama.

“Siapakah dikau, Saudara?
Senyummu begitu menyejukkan,
bak rindang beringin di terik siang
bagi musafir di lelah perjalanan,
bak setetes embun yang tersisa di daun tempat serangga membasahi sayap yang kepanasan,
bak setetes sari buah di pucuk sedotan yang ditemukan anak gelandangan kehausan.
Siapakah dikau?”
tanya Manusia Seribu Tanya.

Tuhan Bermilyar Jawab kembali tersenyum, menjawab:
“Aku adalah Aku.”
Kemudian menghilang entah kemana.

Dalam seluruh perjalanan batin selanjutnya,
Manusia Seribu Tanya hanya ingin menjumpai sosoknya kembali,
namun Tuhan Bermilyar Jawab tak pernah ia temukan.

Bahkan dalam perjalanan keseharian
ia hanya bertanya satu pertanyaan
kepada setiap orang,
kepada setiap yang ia jumpai.
Dia sampai kehilangan julukan,
tak lagi Seribu Tanya
namun Satu Pencarian:
“Siapakah Aku adalah Aku itu?”

Bekasi, 9 Juli 2013
Norman Adi Satria


Puisi Normantis kini telah tersedia…

View original post 13 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s