Mengapa Puisi Saya Berbahasa Sederhana

Puisi Normantis

puisi

bahasa yang kita pakai hari ini
mungkin takkan dimengerti
beberapa generasi lagi.

puisi-puisi saya yang sederhana
akan dianggap sastra lama
yang sulit dicerna maknanya;
mungkin bakal senasib dengan soneta, tersina, dan lainnya;
atau dengan novel-novel Hindia-Tionghoa
di masa penjajahan Belanda.

banyak pembaca bertanya
mengapa puisi saya
berbahasa masa kini yang sederhana,
jawab saya:
saya hanya sekedar mengisi catatan sejarah
bahwa bangsa kita pernah berbahasa seperti ini.

(Bekasi, 3 Mei 2013)
Norman Adi Satria

View original post

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s