Pak Tani

Puisi Normantis

pak taniPAK TANI 

Di pematang sawah,
ketika padi menguning,
dan burung-burung kecil
bersarang di kepala orang-orangan sawah,
aku yang masih kecil
duduk bersama ibu,
mengamati alam
sembari makan.
Ibu mengingatkan:
“Nak, nasinya jangan disisakan,
nanti Pak Tani menangis.”
Beliau mengajarkan aku
menghargai kerja keras para petani,
yang bercucuran keringat
menghasilkan bulir-bulir beras.

Saat aku besar,
kami pindah ke kota.
Sembari makan,
aku melihat di aneka surat kabar,
terpampang iklan-iklan perumahan,
gedung-gedung pencakar langit
memenuhi desaku kini.
Ibu berkata:
“Nak, jangan habiskan semua makanan,
nanti pengemis menangis.”
Beliau mengingatkan
masih banyak orang-orang lapar
yang seharusnya kami bagi.

Saat senja,
pengemis itu datang.
Aku mengamatinya,
aku mengenalnya,
dan aku berteriak memanggil Ibu.
“Ibu, pengemis itu adalah Pak Tani yang dulu.”
Kami menangis bersama.

Bekasi, 26 Juli 2013
Norman Adi Satria


Puisi Normantis kini telah tersedia di Google Play Store.

Silakan download dan install secara gratisdisini 


View original post

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s