Rumput Tua

Puisi Normantis

rumput

Aku duduk di atas rumput tua
Angin liar berhembus di sela-sela
Merekahkan sayap belalang muda yang enggan terbang tinggi

Air mata menetes
Melarutkan serbuk sari yang belum matang
Hati yang ranum tak kunjung dipetiknya
Dia pergi entah kemana

Senja itu kian dekat menghampiri
Biar saja aku tetap di sini
Meskipun aku tahu
Takkan kutemukan kehangatan dari sebuah ketelanjangan

Kekasihku akan datang
Dari kehampaan yang tanpa ujung

(Cikarang, 18 Mei 2009)
Norman Adi Satria

View original post

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s