Sebiji Kurma Dibagi Dua

Puisi Normantis

sebiji kurma dibagi duaSEBIJI KURMA DIBAGI DUA

Dua bocah kecil lelaki,
Dul dan Joni,
tidur di atas tikar purun
di gubuk ayahnya,
yang berperabot hanya
sebuah meja
untuk menaruh segala hartanya:
piring,
gelas plastik,
ceret,
majalah bekas,
dan sarung satu biji.

Mereka miskin sekali
sampai ibu mereka pergi,
menikah lagi
dengan juragan jeruk bali.

Ayah Dul dan Joni
tak punya tamatan.
Gelarnya hanya :
Sdr. — ketika muda,
Bpk. — ketika tua,
Alm. — nanti ketika meninggal dunia.

“Bapake mulih..”
ayah mereka pulang sore, setengah lima.
Dul dan Joni mengucek mata,
terlihat gembira.
“Bapake bawa apa?”
“Ini bawa kurma.”

Seumur hidup Dul dan Joni
hanya pernah mendengar kata itu
melalui toa masjid
ketika sholat jumat.
“Makanan Nabi?”
“Iya.”
“Mana?”
“Nih..”
Dari saku celana,
ayahnya mengelurkan satu buah kurma
yang entah dia temukan dimana.

Dul dan Joni kompak cemberut.
Mereka tiap hari berpuasa
karena memang tak punya.
Kini harus berbuka dengan yang manis-manis,
namun…

View original post 181 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s