Seikat Kondom Untuk Bang Jupri

Puisi Normantis

seikat kondom untuk bang jupriSEIKAT KONDOM UNTUK BANG JUPRI

Delapan tahun dua bulan sepuluh hari
Minah memadu asmara dengan Jupri.
Malam ini dia dandan cantik sekali.
Sembari berkaca dia tertawa geli:
“Ih, aku mirip bidadari. Hihihi.”

Dia mengoles gincu merah jambu.
Sengaja dia plesetkan sedikit ke pipi.
Dia cekikikan lagi:
“Hihihi. Pasti Bang Jupri suka.
Dan merayuku dengan puisinya:
Bolehkah aku menghapus noda gincumu
di pipimu dan bibirmu
dengan bibirku?”

Dari balik jendela,
Minah menatap lelaki
yang berjalan kaki
di gang sepi,
kepalanya bertopi,
jaketnya kulit sapi.
“Ih, itu Bang Jupri.
Dia ganteng sekali.”

Minah grudak-gruduk
merapikan segalanya
dan menyemprot kamar
dengan minyak wangi
aroma melati
yang dia beli di pasar pagi.
Lalu keluar menemui Bang Jupri
dengan senyuman manja mirip Miyabi.

Jupri memang romantis abis,
kata-katanya puitis.
Ucapan yang manis-manis
meluncur dari balik kumis tipis.
Rambutnya seperti Elvis.
Pis kolupis kuntul baris.

Tanpa basa-basi
Minah menggiring Jupri
ke ranjang.
“Abang bawa ga?”
“Bawa…

View original post 204 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s