Timbul Dan Sofie: Cowok Jelek Pacar Cantik

Puisi Normantis

timbul dan sofieTIMBUL DAN SOFIE

Sahabat saya, Timbul,
seorang lelaki yang sok ganteng,
tadi pagi tiba-tiba datang ke rumah
sambil menggandeng gadis cantik, Sofie.

Sofie adalah sahabat lama saya.
Timbul baru mengenalnya sebulan,
sedangkan saya sudah 5 tahun tak berjumpa dengan Sofie.
Sofie, gadis cantik yang minder.

Pemandangan cinta macam begini,
mengusik manusia-manusia macam saya,
menimbulkan tanda tanya besar:
“Kok mau, gadis secantik Sofie berpacaran dengan lelaki se-sok ganteng Timbul?”
Saya tidak tega menyebut Timbul jelek.

Setelah basa dan basi,
penyakit Timbul kumat:
mules.
“Bro, gue numpang ke belakang.”
“WC-nya di depan, Mbul.”
“Ah, bodo amat.
WC di depan juga disebut mau ke belakang lah!
Gue pengen boker.”
Bunyi angin tipis tersaring di celananya.
Sofie tampak sudah terbiasa dengan baunya.

Tinggal saya dan Sofie berdua
di beranda.
Dia masih seperti dulu,
malu-malu,
jemarinya mengucek ujung kemeja,
bola matanya mengarah kemana-mana.

“Dunia emang sempit ya, Sof?”
“He’eh..”
“Kok bisa, ya?”
“Bisa apa?”
“Kalian?”

View original post 200 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s