Vespa dan Mercy

Puisi Normantis

vespa dan mercyVESPA DAN MERCY

Tabrakan dramatis terjadi di perempatan.
Inilah kali pertama Mercy seharga 1,2 milyar
berciuman mesra
dengan Vespa butut yang tak lagi laku dijual,
jika tak pakai helm pun
penunggangnya tak akan ditilang,
polisi malas menggiring vespa itu ke kantor
jika penumpangnya berkilah tak punya uang.

Paino, usia tiga dasawarsa,
pemilik vespa,
njomplang.
Roy, usia sedikit lebih tua,
pemilik Mercy,
marah setengah mati
sambil melepas dasi.

“Hei, orang miskin! Pakai mata kalau naik Vespa!”
Roy terperangah melihat bumper Mercynya remuk.

“Saya pakai mata.
Tapi saya tidak pakai marah, orang kaya!”
Jawab Paino sambil melihat stir Vespa ke kanan namun rodanya ke kiri.

“Hei, kamu pasti tak akan mampu ganti mobilku ini!
Kau tahu berapa harganya?
Satu milyar dua ratus juta, kontan!”
Roy memaki di depan banyak orang yang mungkin sama miskinnya dengan Paino.
Orang-orang saling berbisik:
“Duit segitu berapa ember ya?”

Paino mengeluarkan handphone Chinanya
sambil mencibir Roy,
“Halah…

View original post 102 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s