Puisi Ketika Cinta Menghilang : Biarlah Untuk Kali Ini Aku Saja Yang Mencintaimu

Dia enggan mengungkapkannya.
Dia tahu bagaimana rasa yang akan dirasakan kekasihnya
jika dia jujur mengungkap kejujurannya.
Dia memilih diam,
daripada bicara dusta
ataupun bicara jujur yang akan menuai luka.

Puisi Normantis

ketika cinta menghilangPUISI KETIKA CINTA MENGHILANG
Karya : Norman Adi Satria

Dia memang tidak selingkuh,
berniat pun tidak.
Tak pernah terpikir
meski hanya untuk selintas.
Dia setia,
begitu setia.

Namun dia kehilangan cinta.
Getaran yang sama terhadap kekasihnya
di saat pertama
tak lagi ada.

Dia enggan mengungkapkannya.
Dia tahu bagaimana rasa yang akan dirasakan kekasihnya
jika dia jujur mengungkap kejujurannya.
Dia memilih diam,
daripada bicara dusta
ataupun bicara jujur yang akan menuai luka.

Dia lupa,
bicara, berkata, mengungkap rasa
tak hanya bisa melalui suara.
Kekasihnya membaca hilangnya cinta itu
melalui matanya.
Mata bicara lebih banyak daripada bibir.
Mata lebih jujur daripada lidah.
Mata mengabarkan berita tanpa sensor.

Di suatu senja
kekasihnya berkata:
“Matamu memberitahuku sesuatu.
Maukah kau memaksa
lidahmu untuk mengungkapnya
melalui bahasa?”

Dia memeluk kekasihnya
menangis sejadi-jadinya.
“Aku tidak tahu lagi harus bagaimana.
Kau tahu, aku mencintaimu tanpa sebab,
dan kini aku kehilangan cinta itu
tanpa sebab pula.
Haruskah kita bertahan…

View original post 87 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s