DI SELA AMIN

Dalam serangkai doa
Tuhan ingin berbisik
Langsung di telinga
Namun kita terburu mengucap AMIN untuk mengakhiri doa
Dan pergi begitu saja

Puisi Normantis

sujud

Dalam serangkai doa
Tuhan ingin berbisik
Langsung di telinga
Namun kita terburu mengucap AMIN untuk mengakhiri doa
Dan pergi begitu saja

Menanti puluhan tahun
Kita berdoa lagi dengan tangis
Menanyakan mengapa Ia tak pernah
menjawab
Tuhan ingin berbisik
Dan kita terburu mengucap AMIN lagi

Dalam sakit terkapar
Kita berdoa lagi tanpa kata
Berpasrah
Dan tak sanggup mengucap AMIN
Tuhan berbisik
Dan kita baru mendengar suara-Nya
Karena kita menyediakan hening di sela keluh, di sela puji dan puja, di sela pinta,
dan di sela AMIN

(Bekasi, 12 Januari 2013)
Norman Adi Satria

View original post

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s