TUHAN DAN SETAN DALAM BANJIR

Setan putar otak
Dia tak cengeng dan tak gampang menyerah
Dia bisiki lagi ke telinga orang
Ah, paling ada niat lain di balik bantuan
Ah, paling pada mau cari muka jelang pemilihan
Ah, paling nanti bantuannya diselewengkan
Ah, ini pasti dosa Si Anu dan Itu
Ah, macam-macam

Puisi Normantis

Banjir

Tuhan tidak sengaja membuat banjir
Ini bukan lagi zaman Nuh
Dia hanya menurunkan hujan
Yang sedikit lebih deras saja

Ingat lagi,
Kita yang bertahun-tahun menuruti bisikan setan
Untuk buang sampah sembarangan
Untuk malas bersih-bersih selokan
Untuk terus menebang hutan
Untuk malas menanam tumbuhan
Untuk terus membuat bangunan
Untuk mengembangkan pengetahuan
tanpa peduli lingkungan

Saat banjir,
Setan tertawa senang lihat kesengsaraan
Tapi tiba-tiba menangis bombay
Karena semakin banyak yang tiba-tiba tobat
Ujug-ujug sembahyang
Gemruduk saling bantu tanpa pandang suku
Blusukan beri bantuan kepada korban

Setan putar otak
Dia tak cengeng dan tak gampang menyerah
Dia bisiki lagi ke telinga orang
Ah, paling ada niat lain di balik bantuan
Ah, paling pada mau cari muka jelang pemilihan
Ah, paling nanti bantuannya diselewengkan
Ah, ini pasti dosa Si Anu dan Itu
Ah, macam-macam

Kini setan juga memandang sinis ke saya
Karena membuat sajak tentang aibnya
Ah, tak apa

(Bekasi, 18 Januari 2013)
Norman…

View original post 2 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s